Minggu, 31 Juli 2011

Sedekah menyelamatkan saya

Dengan langkah gontai dan lemas, Mulayadi keluar dari sebuah bank yang terletak di Jalan Diponegoro Jakarta Pusat, Jumat sore di bulan September 2006. Ia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Pihak bank memintanya untuk kooperatif, karena Senin atau Selasa, kantor pelelangan akan menyita seluruh asetnya. "Jumat itu, saya diminta pihak bank untuk segera kooperatif atas kedatangan kantor pelelangan bahwa Senin atau Selasa akan datang untuk menyita asset saya. Kantor pelelangan tersebut akan mencoba menyelesaikan masalah saya dengan konsep dilelang." tutur Mulyadi mengawali kisahnya kepada Republika akhir pekan lalu. Selain bekerja disuatu perusahaan, suami dari Nurasiah Jamil ini membuka usaha sendiri. Posisi terakhir yand dijabatnya adalah Direktur Utama PT.Zebra Nusantara Tbk, perusahaan transportasi terbesar di kota Surabaya. "dari kesulitan-kesulitan makro berimbas kepada kesulitan termasuk perusahaan yang saya kelola. Akumulasi kesulitan itu berakibat terhadap terancamnya aset-aset yang saya miliki," ujarnya. Nilai aset itu hampir 2 miliar, dan akumulasi utang hampir Rp. 3 miliar. Dan, untuk kali pertama dalam hidupnya, pria kelahiran Bogor 2 November 1970 yang pernah menjabat Direktur Utama PT.Steady Safe Tbk ini menggunakan kendaraan umum untuk mengantarkannya ke tempat tujuan. Jujur saja, selama ini Mulyadi kemanapun selalu menggunakan sopir. "Akhirnya saya naik Busway karena itu kendaraan yang saya lihat berlalu lalang. Pertama kali saya naik bis ya itu dari depan hotel Mandarin menuju Al Azhar. Saya sholat Maghrib di situ saya lihat dan mendengar publikasi dari pengurus masjid tentang adanya tausiyah." Ia pun beriktikaf di Masjid Agung Al Azhar hingga waktu Isya tiba. Setelah Shalat Isya berjamaah Mulayadi mengikuti pengajian yang malam itu menampilkan da'i muda Ustadz Yusuf Mansur sebagai penceramah. "Saya terkejut, ketika dalam tausiyah mengatakan,"Mungkin diantara jamaah yang hadir di sini adalah orang yang tidak sama sekali berniat untuk datang ke Al Azhar bahkan mendengarkan tausiyah dari saya. Tapi, jamaah tersebut saat ini sedang dilanda kesulitan yang luar biasa", ungkap Mulyadi menirukan. Intinya, sang Ustadz mengatakan bagaimana cara mengatasi kesulitan dan mengharapkan pertolongan Allah. Caranya adalah dengan bersedekah. dan lebih utama adalah benda yang paling dicintainya. Tanpa pikir panjang, Mulyadi pun mengikhlaskan jam tangan merek Bulgari yang melingkar di tangannya seharga 3.000 dolar AS untuk disedekahkan. "Waktu itu, yang paling berharga hanya jam tangan karena di dompet hanya ada uang Rp. 110 ribu. ATM saldonya sudah sangat minimum, Kartu kredit sudah over limit. Waktu itu saya pikir kalau saya sedekahkan Rp. 100 ribu uang saya tinggal Rp. 10 ribu." Sejenak ada rasa berat. Jam tangan itu memang tipe jam yang diidam-idamkannya dari dulu. Namun ia segera menepisnya. Saat dilelang. Jam itu dibeli seorang jamaah seharga Rp.200 ribu. Ia merasa enteng sepulang dari masjid. Ia mengaku berada di puncak kepasrahan tertinggi selama hidupnya. Ia siap untuk menerima keputusan apapun, termasuk hilangnya semua aset yang dimilikinya. Tak lama kemudian, teleponnya berdering. jauh sebelum krisis mendera dirinya, ia pernah mengajukan sebuah proposal proyek kepada sebuah lembaga. Suara telpon diseberang sana menanyakan proposalnya dulu, apakah berniat untuk meneruskan atau tidak. "Allah menggerakan hatinya untuk mengakomodasi proposal saya," kisahnya penuh suka cita. Senin, hanya berselang dua hari setelah mensedekahkan jam Bulgarinya, Mulyadi diminta datang ke kantor rekannya bersamaan dengan rencana eksekusi lelang. Mereka sepakat bekerja sama. Tak sempat seminggu, ia sudah meneken surat perjanjian kerja sama. Uang muka honorarium segera dikirim ke rekening. begiru kata mereka. Di hari batas terakhir ia harus melunasi hutangnya, ia pergi ke bank. "Subhanallah, sudah ada jumlah uang yang sangat-sangat cukup untuk menyelesaikan semua kwajiban saya," ia berkisah dengan mata berbinar. Ia tak akan pernah melupakan kisah itu."Inilah pengalaman batin yang paling berkesan sepanjang hidup saya. Apa yang kita sangka, tak selalu seperti itu yang Allah kehendaki." Ia pun teringat, boleh jadi, keajaiban itu datang karena sebelumnya ia berikhtiar, berdoa tanpa putus, ibadah puasa Senin-Kamis, Sholat Dhuha setiap hari, iktikap di masjid, dan selalu mendoakan orang tua. Mulyadi bersyukur Allah memberinya kesulitan hidup, karena itu adalah momentum untuk melihat keperkasaan Allah SWT. Allah mengintervensi kehidupan manusia selama manusia berada di jalan Allah dan menikhtiarkan sesuatu yang benar-benar mengharap ridha Allah total tidak berkehendak atau tidak tergantung selain Allah."Jika kita bersedekah, ternyata itu yang mengundang intervensi Allah lebih cepat lagi," tandas Mulyadi berfilosofi.

Sumber : dari wisatahati.com

Percayalah janji allah (ganti sedekah tidak terduga)

Mungkin memang tidak saya sangka bahwa janji Allah itu benar. Awalnya saya hanya ingin coba-coba dengan ikut memberikan dana untuk program PPPAnya wisata hati. Saya langsung aja transfer uang dari bank ke rekening wisata hati sebesar Rp 20.000,-. Dalam Mesin ATM tersebut saya juga ikut menginfaqkan seribu rupiah. Saya selalu berfikir apa mungkin Allah akan mengganti semuanya, padahal rasanya tidak ada jalan yang memungkinkan untuk adanya pengembalian (itu menurut saya). Bayangkan saja, saya hanya mahasiswa, belum punya pekerjaan dan penghasilan, usang saku saja masih minta ma orang tua. Seminggu kemudian saat saya harus melakukan penelitian dan membutuhkan uang yang lebih, saya bingung harus cari kemana, mo cari pinjaman teman gak enak rasanya, mo minta uang ma orang tua, rasanya gak mungkin soalnya usaha orang tua saat itu lagi menurun. Hingga malam tiba sebelum keesokan hari penelitian itu saya lakukan saya merenung di kamar. Belum saja saya merebahkan badan, eh..pintu kamar ada yang ketuk. ternyata teman kosku yang 5 bulan lalu pinjam uang saya 200ribu, dan malam itu tanpa saya duga dia mengembalikannya. Alhamdulillah, dalam hati saya begitu. Sehari setelahnya kos-kosan sedang sepi dan waktu itu saya baru pulang dari penelitian. Saya bermaksud hendak mandi, dan waktu masuk ke kamar mandi, eh.. ada uang 50000 di kamar mandi. saya pikir uang siapa yang jatuh. sehari dua hari saya simpan uang itu, saya pikir apa itu rezeki saya, tapi bukan ah itu bukan milik saya (begitu kata hati saya). saya bertekat akan mencari pemilik uang itu, paling salah satu dari teman kosku. ternyata malam harinya ada satu teman yang merasa kehilangan uang sebesar itu. lalu saya kembalikan uang itu, dan alhamdulillah teman kos saya itu memberi saya 10ribu dengan senang hati padahal saya tidak memintanya. Inilah bukti kebenaran janji Allah, kadang kita berfikir darimana ya nanti Allah akan menggantinya. percayalah Allah akan mengganti dari jalan yang tidak disangka-sangka, bahkan jalan yang tidak pernah kita pikirkan sekalipun. Dan benarlah janji Allah akan mengganti 10 kali lipat. Bayangkan uang 20 ribu diganti dengan 200ribu dan uang seribu

Sumber : dari wisatahati.com

Sedekah membuat segalannya jadi mungkin

Dulu saya adalah orang yang Tidak bisa mempergunakan kepercayaan orang dengan baik, padahal banyak sekali orang yang percaya kepada saya, apalagi dalam urusan usaha. singkat cerita ... usaha saya berkembang pesat dengan menggunakan segala macam trik dan tipu daya, tapi akhirnya....... akibat dari perbuatan saya itu membuahkan sebuah problema hutang yang sangat besar, artinya saya terlilit hutang hingga ratusan juta yang menurut saya sudah tidak mungkin lagi untuk membayarnya, ditambah lagi tak ada satu pun usaha saya yang bisa dijalankan. semenjak itu saya stress berat.... tapi akhirnya saya lebih bisa mendekatkan diri kepada allah.... itu yang pertama saya syukuri. setelah itu saya mulai mendengarkan tausiyah nya Ust. Yusuf Mansur tentang keajaiban sedekah... singkat cerita saya mulai mencoba dan mencoba sedekah..... ajaibnya saya selalu mendapat jalan dan bantuan dari mana saja yang tak terduga-duga yang menurut saya sudah tidak mungkin lagi. lebih anehnya lagi saya mendapat kepercayaan untuk mengerjakan sebuah proyek dari salah satu perusahaan restoran besar di bandung, padahal mereka tidak pernah mengenal saya sebelumnya, dengan kepercayaan penuh mereka memberikan uang muka kepada saya untuk modal kerja. Alhamdulilah saya tidak lupa memotong uang muka tadi untuk sedekah. sekarang pekerjaan masih berlangsung. lagi-lagi keajaiban tiba.... saya sudah ditawari lagi proyek yang baru, padahal pekerjaan yang dulu aja belum selesai.... SUBHANALLAH...... Sekarang saya masih punya hutang, tetapi sudah semakin berkurang dan selalu diberi jalan oleh allah untuk mengatasinya. Percayalah wahai saudara.... dengan sedekah.... membuat yang asalnya tidak mungkin menjadi mungkin.


Sumber : dari wisatahati.com