Keluarga kami tertimpa musibah, yaitu 3 th yll tertipu bisnis kontraktor sejumlah 600 juta, bahkan sampai sekarang kami harus menanggung hutang yang sangat besar &kehilangan rumah.sebagai manusia awam, kami sangat tidak bisa menerima dan sempat sedih berkepanjangan.bahkan suami saya pun sempat mencari jalan yang salah dalam mencari uang untuk mengembalikan yang hilang yaitu dengan mencari dukun yang dapat memberikan uang goib. Subhanallah. sampai sekarang uang itu tidak pernah bisa didapatkan suami saya. karena Allah tidak Ridho kami yang diujiNya, akan dinaikkan derajatnya, Malah salah jalan, akhirnya sekarang kami mengiklaskan semuanya, kami yakin bahwa Allah pasti punya maksud dibalik semua ini. kami mulai bisa menerima. kami mulai memperbaiki sholat menjalankan sholat sunah, ikhlas bersedekah,bahkan kehadiran anak yang kami iktiarkan selama 4 tahun pernikahan Alhamdulillah tiba2 datang begitu saja. hal yang selama ini kami takutkan yaitu darimana tiap bulan kami dapat membayar hutang? padahal penghasilan kami tidak menentu, ternyata kami bisa menjalaninya sampai hutang tersebut tinggal 3 bulan lagi selesai. ada saja jalan Allah dalam membantu kami mendapatkan uang untuk melunasi hutang itu tiap bulan.Kami sekeluarga semakin yakin dan percaya bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik bagi umatnya. tanpa kita bisa memilih2. hanya Allah yang tau yang terbaik untuk kita.kami bersyukur dengan ujian ini. Masalah kami memang belum selesai, namun kami siap menjalani ujian ini dijalan Allah, dan yakin akan pertolongannya. dan bagi saudara2ku semua yang sedang terkena musibah, jangan khawatir, Allah tidak pernah meninggalkan kita, kita harus bisa menerima musibah ini dengan ikhlas dan tetap berusaha dijalan yang diridhoi, Allah pasti memberi jalan yang kadang tak dapat kita duga. Amien.Sumber : wisatahati.com
Tersebutlah seorang lelaki asal Jawa Tengah, yang terbelit hutang kurang lebih Rp. 126jt. Dan dia mengaku sudah dalam keadaan tidak lagi punya harapan. Seisi rumah barang-barangnya satu demi satu habis dijual. Baik untuk bayar hutang, maupun untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Tertinggal hanya rumah, yang itu pun belum lunas kreditannya. Suatu hari dia menemui Ustadz Sedekah, yang menyarankan kepada dirinya untuk bersedekah di jalan Allah, dengan sedekah terbaik. Supaya apa? Supaya dapat ridho Allah. Kalau Allah sudah ridho, maka usahanya untuk membayaar hutang kemungkinan akan berhasil. Kata si Ustadz tersebut, mengapa dia begitu sulit membayar hutang, bisa jadi Allah belum ridho dan belum memberikan izin. Nah, bersedekah, adalah salah satu upaya untuk mendatangkan ridho Allah. Singkat cerita, rumah tersebut dia jual! Dengan harga 18 juta rupiah. Harga ini bahkan di bawah standar. Dia harusnya bisa mengover kredit rumahnya ini seharga 23jt rupiah. Tapi si Ustadz mendorong, sudahlah, jangan menunggu harganya menjadi 23jt rupiah. Jual saja dengan harga yang ditawar dan dibayar paling cepat. Insya Allah di mata Allah, harga jualnya tetap 23jt rupiah. Setelah dapat uang 18jt rupiah, orang ini kemudian mengambil 3jt untuk mengontrak rumah dan sekedar untuk bertahan hidup selama beberapa pekan. Dia bismillah, akan berusaha yang terbaik. Allah menjawab doanya. Orang ini bersedia bersedekah yang terbaik. Tidak gampang bersedekah seperti yang dia lakukan. Menjual rumahnya, dan mengambil hanya beberapa rupiah, lalu menyedekahkan sisanya. Dan orang ini pun meninggalkan pekerjaannya. Dia marketing sebuah perusahaan farmasi yang kebetulan pimpinannya mengharuskan dia bermain kotor. Menyuap dengan uang dan memberikan perempuan untuk para dokter, adalah sebagian dari caranya mengejar target perusahaan. Kelak kemudian dia menyadari bahwa cara inilah yang membuatnya terbenam dalam lautan hutang! Ya, Allah menjawab doanya. Ketika dia bersedekah dan meninggalkan lingkungan pekerjaan kotornya, dia kemudian berniaga, mandiri. Usahanya membuahkan hasil, kali ini, justru dari bidang yang selama ini dia tidak pernah geluti. Bidang advertising. Dia berhasil meng-close iklan layanan masyarakat dan iklan produk untuk sebuah agency periklanan besar milik seorang kawan kenalannya. Dan dalam satu bulan usaha dia meng-close iklan tersebut, dia dapat komisi yang tidak tanggung-tanggung besarnya. 157jt! Bersih! Subhanallah, dia kemudian bisa membayar hutangnya yang 126jt, dan bahkan dia bisa membeli lagi rumah yang lain sebagai pengganti rumah yang dia jual untuk disedekahkan kemaren dulu. Allah memang Maha Menepati Janji-Nya. Siapa saja yang mencintai sedekah, Allah akan mengulurkan Tangan-Nya membantu.Sumber : wisatahati.com
Saya seorang hamba Allah yang merasakan karunia yang tak terhingga berkat sedekah, atau sesuatu yang saya keluarkan. Disini saya ingin menceritakan kisah hidup saya, yang menjadi inspirasi bagi saya pribadi untuk tetap mengulurkan tangan, Untuk tetap menjaga tangan selalu di atas, dan untuk tetap menjadi perpanjangan tangan dari Allah kepada orang lain. Saya mengalami pengurangan karyawan di perusahaan saya, hanya bisa pasrah pada saat menerima uang pesangon, Tidak banyak yang bisa saya lakukan selain menitipkan persoalan ini ke yang Maha Kuasa. Mungkin ini teguran bagi saya, Yang ada dalam pikiran saya hanyalah itu, satu hari setelah tidak bekerja lagi saya memutuskan untuk mencari kerja setelah Bulan ramadhan, saya ingin memusatkan diri saya untuk beribadah ke yang Maha Merencanakan, tapi itulah hanya rencana Saya, keesokan harinya, seseorang dari perusahaan saya memberikan beberapa referensi untuk mengirimkan CV, maka Dengan Bismillah saya mengirimkan itu, sambil berdoa, “jika ini rezeki hamba, maka mudahkanlah, sebenarnya hamba ingin Memusatkan berpuasa di bulan ramadhan”. Alhamdulillah saya mendapat panggilan kerja, hanya setelah 1 minggu dirumah, proses Demi proses saya lalui, hingga tibalah keputusan untuk menandatangani kontrak. Subhanallah, baru dapat pesangon ternyata Rezeki saya dialirkan kembali oleh Yang Maha kaya. Inilah yang menjadi inti testimony saya, setelah saya bekerja, saya mendapat telepon dari seorang teman, yang membutuhkan uang, Bagi saya, uang akan menjadi persoalan yang besar antara hubungan pertemanan, tapi setelah mempertimbangkan dengan matang, Sehubungan dengan keperluan teman tersebut, maka saya meminjamkan uang. Sesuai kesepakatan uang akan saya transfer, begitu Saya akan transfer, saya mendapatkan uang saya bertambah, saya bingung, uang siapa, apakah ada yang salah transfer, untuk itu Saya memastikan dulu uang itu dari mana, dan saya belum mentransfer ke teman saya. Akhirnya buku saya print, subhanallah, ternyata Uang tersebut dari kantor lama saya yang merupakan uang THR. Saya tidak dapat membayangkan betapa Allah sangat sayang sama Saya, rezeki dengan rezeki Dia kirimkan kepada saya, akhirnya saya baru mentransfer uang ke teman saya. Selang satu minggu kemudian, saya mendapatkan tambahan lagi, itu merupakan gaji pertama saya diperusahaan yang baru padahal saya Baru bekerja 2 minggu, Alhamdulillah, Allah telah mengabulkan doa-doa saya, insya Allah saya tidak menjadi hamba yang riya dan sombong, Saya yakin ini hanyalah titipan Allah yang harus saya keluarkan kembali untuk orang-orang yang membutuhkan.Sumber : Wisatahati.com